Alumni Back To Boarding School



Oleh : Imamatul Ummah dan A.Al_Amiirah Annabila

Sejak berdirinya pesantren ini sejak tahun 1996, ratusan alumni telah berhasil dilahirkan. Baik yang hanya menamatkan hingga tingkat SMP  maupun SMA. Dengan berbekal ilmu agama dan pengetahuan di bidang pelajaran umum mereka siap bersaing di dunia luar. Dengan bekal tersebut, mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yakni bangku SMA dan  kuliah. 

Menimba ilmu di dunia luar tentu saja akan semakin menambah khazanah mereka, terutama pada bidang ilmu yang di dalaminya. Khusus bagi mereka yang kemudian melanjutkan ke bangku kuliah, akan semakin dalam pengetahuannya, terutama dalam disiplin ilmu yang digeluti semasa kuliah. Selain agar kelak mereka dapat bekerja dengan kemampuan yang mereka miliki, bukan hal yang mustahil juga jika mereka ingin berbagai ilmu dengan junior mereka di pesantren. Dalam hal ini, dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk pengabdian kepada sekolah mereka.

Kembali mengabdikan diri di sekolah yang pernah menjadi tempat untuk menimba ilmu dalam kurun waktu yang lama adalah kebahagiaan bagi beberapa orang. Hal serupa ternyata sedang “menjangkit” beberapa alumni Rahmatul Asri. Sekitar tujuh alumni memutuskan untuk kembali kepangkuan Rahmatul Asri setelah beberapa tahun mengenyam pendidikan di luar pesantren. 

Nur Hidayah Dakris S.Pd misalnya, salah satu alumni RAMA ini kembali mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di Rahmatul Asri. Langkah ini ditempuhnya setelah menyelesaikan pendidikannya  pada jenjang Strata Satu (S1) jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Makassar. Karena kecintaannya pada “Ibu Kandungnya”, Rahmatul Asri, membuat alumni ke empat  ini termotivasi untuk kembali ke pondok.  Sesuai dengan jurusannya semasa kuliah, Daya, demikian ia biasa disapa, dipercayakan mengajarkan mata pelajaran Geografi untuk SMA. Bukan hanya geografi, karena dipandang mampu, dia juga diamanahkan untuk mengajar Sejarah, Sosiologi dan Antropogi SMA.

Sebagai alumni yang pernah merasakan kehidupan di pesantren selama enam tahun, wanita asal Enrekang ini memiliki begitu banyak harapan dengan kedatangannya. Perjalanan selama enam tahun yang pernah dijalaninya di Rahmatul Asri membuatnya dengan mudah dapat memahami keadaan di pondok. Hal tersebutlah yang akhirnya memicunya untuk berusaha memberikan yang terbaik demi kemajuan pondok ke depannya. 

Cerita lain alumni yang kembali mengabdikan ilmunya ke pondok salah satunya adalah  Iqbal Mardin. Setamatnya dari Rahmatul asri, salah satu alumni keenam ini melanjutkan pendidikannya di IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Dengan berbekal pengetahuan agama yang cukup dari pondok, ia mengambil jurusan Ahwal As-Syakhsiyah. Suatu keberuntungan baginya karena biaya kuliahnya merupakan beasiswa dari  Lembaga Pendidikan Diniyah dan Pesantren.

Karena adanya beasiswa tersebut, mengharuskan Iqbal harus kembali ke pondok untuk mengabdi karena adanya kontrak. Namun, hal tersebut bukanlah alasannya baginya justru dengan itulah ia mencapai keinginannya. Kembalinya Iqbal, demikan nama panggilannya, tentu saja diharapkan mampu memberikan sedikit perubahan bagi wajah pondok. 

Ada beberapa hal yang dianggapnya harus ditingkatkan atau dikembalikan lagi, seperti saat ia masih menimba ilmu disini. Menurutnya, dari segi bahasa, dulunya santri sangat disiplin dalam menggunakan bahasa, namun sekarang santri dan santriwati tidak begitu peduli untuk berbahasa.Sedangkan dari segi Kesopanan, menurutnya, beberapa santri kurang menghargai guru, senior ataupun sesama temannya. Hal-hal tersebutlah yang akan diusahaknnya agar bisa kembali seperti dulu. 

Sumber Foto : http://darulamanah.com/wp-content/uploads/2012/07/dada.jpg
Comments
0 Comments

0 komentar: