Tetanggaku Idolaku


Oleh : Siti Hardiyanti

Suara adzan subuh berkumandang lembut di telingaku. Jam weker berbentuk masjid di atas meja belajar menunjukkan pukul 04;30 subuh.Segera kulepas selimut yang menemani tidurku di malam haridanberlari kecil menuju kamar kecil untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat subuh. Seusai shalat kuluangkan sedikitwaktu untuk membaca ayat-ayat al-qur’an. Lalu kulangkahkan kaki melewati deretan tangga-tangga kecil rumah menemui ibu yang sedang menyiapkan sarapan pagi untukku, ayah dan paman.

Segera kuambil segelas air putih untuk menghilangkan dahaga. Hendakkuraih sepotong roti yang terletak di pojok meja makannamun ibu mencegah.“Tunggu dulu ayah dan pamanmu,” katanya. Aku pun hanya duduk di atas kursi sambil menunggu ayah dan pamanku datang. Seusai sarapan pagi kusempatkan berjalan-jalan dekat kompleks perumahan. Maklum hari libur.

Kenalin namaku ‘’amandah rahayu’’aku sering di panggil ‘’manda ‘’ aku adalah anak tunggal dari bapak ‘’dermawan’’ dan ibu ‘’juwita’’ aku berasal dari keluarga yang sederhana. dulunya aku juga memiliki teman sepermainan yang bernama’’rian aditya’’,aku selalu bersama dengannya setiap hari karna rumahnya yang begitu dekat denganku, dia selalu menemani dan melukiskan kenangan indah di hidupku,mulai dari berangkat sekolah bersama,makan bersama,tapi setelah kami sudah beranjak remaja ia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di kota lain sejak saat itu aku tidak pernah melihatnya lagiaku beraharap sutu hari dapat bertemu dengannya lagi,ingin rasanya ku cubit,kupukul dia jika aku diizinkan bertamu dengannya lagi.

‘’manda............’’ suara itu membuyarkan lamunanku,ku balikkan badanku untuk melihat siapa suara yang memanggilku itu.

‘’oh,rupanya echa’,ada apa panggil2 ?’’ tanyaku

Kutatap perempuan yang tepat berada di depanku ini dengan seksama,subhahallah bnget yah tuhan ngecipatain perempuan secantik ini,pintar lagi.sebenarnya kalau boleh jujur aku iri sekali padanya tapi kata ibu kita seharusnya kita harus banyak bersyukur masih di beri wajah masih di beri kehidupan yng layak.

‘’ngga ko, cuman tadi kebetulan aku liat kamu jadi aku panggil dari pada jalan sendiri mending jalan bareng,yaa kan’’ katanya smbil memperbaiki posisi jilbab berwarna merah jambu yang ia kenakan,ia begitu cocok mengenakan jilbab itu.

‘’emangnya ngga gerah yah pake jilbab muluuu?’’tanyaku sambil berjalan mengikuti langkahnya

‘’ selama ini aku baik-baik saja mengenakannya,ngga gerah ko’ enak malah.trus kamu kapan pake jilbabnya?’’tanyanya kembali

‘’ ehm aku juga ngga tau,ibu sih mau kalau aku pake jilbab mulai sekarang,tapi aku belum siap aja takutnya sudah pake lepas lagi.kan kesennya jadi jelek’’jawabku sambil menatap jilbab yang di kenakan temanku yang satu ini.

‘’trus kapan kamu akan siap,tahun depan,sudah nikah,saat kamu tua.aku ingatin yah tutup aurat itu wajib loh’’katanya menasehati

Aku hanya bisa mengangguk mendengar kata-katanya

‘’yeee ngangguk doang kerjanya,’’

‘’trus aku pengen ngapain ustasah....’’ledekku

‘’ ngeledek lagi....’’katanya sambil menatapku marah

‘’iy...., sorry deh,aku bakalan berusaha ustasah’’ kataku pasrah

‘’ gitu dong....’’katanya

Sesampai di dekat rumh aku masih tetep berjalan dengan echa.kuihat ibu yang beradah di kejahuan sedang berbicara dengan seorang ibu2 yang hampir seumuran dengannya,perempuan itu sepertinya bersama dengan keluarganya dia bersama dengan anak laki2 yang hmpir seumuran denganku.perempuan itu memakai jilbab putih pucat dan mengenakan gamis berwarna hitam.kupercepat langkahku untuk mengetahui siapa yang sedang berbicara dengan ibu ku itu.

‘’oh.mungkin laki2 itu pengen dijodohin sama kamu man....’’kata echa mengagetkanku

‘’ngaco kamu....’’kataku ketus

‘’mandaaaaa’’ suara panggilan itu adalah suara khas ibuku

‘’yaa,buuuu’’ jawabku

‘’sini...’’katanya

Kutarik tangan echa untuk menemaniku

‘’masih ingat ryan kan,teman kecilmu dulu,ini dia sekarang dialebih ganteng kan,..?masih ingat tante liza mamanya ryan  sekarang mereka akan kembali menjadi tetangga kita’’ jelasnya

‘’oh,ryan masih ingat ko’, sekarang dia kelihatan sangat pendiam ‘’kataku sambil tersenyum
Kulihat ryan sedang tersenyum,memang sih dia itu lebih ganteng dari dulu sekarang hidungnya sudah semakin mancung,kulitnya juga ngga hitam2 amat.pokonya laris deh di kalangan remaja sekarang.

‘’ryan,kenalin temen aku namanya echa’’ kataku padanya

‘’ryan’’ katanya sambil membungkuk sedikit
Subhanallah banget ni orang. Takut banget sentuh cewek,calon suami idaman hehehe

Malam itu seusai sholat magrib aku duduk di depan cermin sambil menatap wajahku yang bulat,ku ambil setumpuk jilbab pasang yang jarang di pakai itu, ku kenakannya,dan jadinya ini lebih baik dari pada ngga pake jilbab,ku kenakan jilbab putih sambil memakai gamis berwarna pink itu,dan rasanya nyaman sekali,saat itu aku rasa tak ingin melapaskan jilbab itu dari kepalaku.segera aku berlari menemui ibu yang sedang membaca al-qur’an di bawah

‘’ibuuuu’’ kataku
Ibu menghentikan bacaan al-qur’annya dan menatapku ‘’ada ap......’’ ia menggantung kata katanya.ia berjalan mendekatiku mengusap jari-jari lembutnya tepat di pipiku

‘’manda kau kah ini,kamu cantik sekali ‘’ katanya sambil tetp menatapku

‘’ yaaa buu, ini manda’’ jawabku

Tiba2 ayahku datang dari balik pintu kamar ia menatap tepat di depanku,

‘’kamu kelihatan lebih cantik mengenakan pakian seperti itu’’ katanya

Aku hanya tersenyum mendengar pengakuan dari ayahku ini

                                               *******************

Ting....tung....ting.....

Suara bel rumah saat ku sedang terhanyut dalam bacaan buku ku, dengan malas ku langkahkan kaki ku menuju ruangan utama rumahku ku buka pinta ku dan mata ku membelalak saat mata ku melihat sosok ryan dengan senyum manisnya berdiri depan pintu rumahku, otak ku di penuhi banyak sekali pertanyaan kenapa anak ini datang ke rumah malam2 seperti ini, ku persilahkan ia masuk dan ku sambut ia dengan senyuman khas yang ku miliki.

‘’ada apa ‘’tanyaku sambil menyodorkan secangkir capuccino

‘’ ayahku menyuruhku untuk mengundang mu ke rumah besok karna besok itu ada acara syukuran pindahan rumah’’ jawabnya

‘’ohhhhhhhhhhh,kalau ada kesempatan pasti aku usahain buat datang’’
Iya hanya mengangguk sambil tersenyum......

Ya allah senyumnya manis banget,segera ku hilang kan fikiranku yang tidak2,ya tuhan kenapa perasaan ini jadi nggak karuan yahhh.....

‘’jadi kamu akan tinggal di sini kan,ngga akan pindah lagi kan....’’ tanya ku lagi

‘’insya allah’’ jwabnya singkat

Aku hanya dapat membulatkan bibirku membentu huruf O

‘aku juga akan sekolah di tempat yang sma denganmu, jadi kita dapat pergi dan pulang sekolah bareng lagi’’ katanya

‘’benarkah.......,bagus dong... dulu yah waktu pindah rumah tanpa pamit aku tuh marah banget... abis setelah itu kamu ngga punya kabar lagi,saat itu aku berjanji akan memukulmu kalau aku bertemu lagi dengan mu ,tapi.......saat aku ketemu dengan mu aku tak bisa memukulmu sebab kmu sudah berubah jadi orang yang aliiiiiiiim banget sentuh cewek saja ngga mau’’ceritaku panjang lebar
Kulihat ryan sedang tertawa sambil meminum secangkir cappuchino yang ku hidangkan. kenapa dia hanya tersenyum dan tertawa saja aku jengkel sekali melihatnya

‘’ eh,jangan tersenyum terus nanti gigi kering lho....’’ kataku

‘’ngga papa bagi senyum-senyum manis’’ Jawabnya narsis

‘’yeeeee, pede banget kamu’’ kataku

‘’ya sudah, aku pulang dulu sampaikan salam ku untuk ibu dan ayahmu,kalau aku berlama-lama di sini nanti kamu ngga bisa tidur mikirin senyum gue yang manis’’katanya sambil beranjak dari sofa

‘’aku baru sadar ada satu yang nggak berubah dari dirimu adalah ‘’kamu masih narsis seperti dulu’’ ‘’kataku

     Dia hanya tersenyum,dan berlalu dari hadapanku

***********

Pagi  ini setelah sholat subuh aku berjalan menuju pekerangan rumah menghirup udara segar ku gerakkan badanku dan berolahraga sejenak.setelah itu segera ku berlari ke kamar kecil untuk membersihkan badan,ku pakai seragam putih abu2kudan ku pakai jilbab putih segitiga yang baru aku kenakan hari ini, rasanya menegankan sekali memakai jilbab untuk pertama kalinya, tak lupa ku hiasi jilbabku dengan bros berbentuk pita2.

‘’buuuuuuu..... manda pergi dulu’’ kataku sambil memegang sepotong roti

‘’hati2 yah......,’’ jawabnya

Sesampai di sekolah semua mata tertuju padaku,banyak sekali yang bertanya tentang perubahanku  hari ini banyak juga yang ‘’mimpi apa aku semalam’’ tapi semua itu ku abaikan yang jelas aku merasa lebih nyaman mengenakan kostum ini apalagi echa selalu ada di sampingku untuk mendukungku.hari ini.
Sepulang dari sekolah ku sempatkan singgah di toko buku untuk menambah koleksi novel-novelq ,tanpa sengajah mataku menangkap sebuah buku yang berjudul akatsuki

‘’mba tolong bungkusin buku ini’’kataku

Dari tokoh buku aku segera pulang kerumah. Hari ini ryan tidak masuk karna ia msih harus mengurus surat pindahnya dulu, kulihat buku yang berjudul akatsuki itu. Buku ini ingin aku hadiakan untuk ryan.

                                     *******************

‘’assalmu alaikum ,aku pulang’’sahutku

‘’ walaikum salam ‘’ kata ayahku yang sedang duduk dan mengotak atik  laptop miliknya

Setelah ku cium pipinya aku segera berlari kecil menuju kamar untuk mengganti baju. Kuambil air wudhu untuk menyegarkan wajahku kulaksanakan sholat dhuhurku dengan hening dan khusyu.setelah itu aku beristirahat sejenak

Sore harinya ku bantu ibu membersihkan dan menyiran tanaman  dan  tak lupa ku bersepedah keliling kompleks untuk menyegarkan badan.

Seusai sholat magrib ibu masuk ke kamarku membawakan gaun merah jambu dan jilbab pink yang di hiasi bunga2 di sampingnya.serta sendal tali yang cantik, segera ku kenakan gaun itu dan berjalan ke lantai bawah untuk menemui ibu

‘’cantik sekali’’ pujinya padaku

Sesampai di rumah ryan kami di sambut dengan ramah dan senyuman. Aku juga melihat echa di sana malam ini ia terlihat lebih cantik,kapan sih sejarahnya anak itu ngga cantik. Kulihat sosok ryan sedang tertawa dengan kelmpok laki2.

Tiba2 matany menangkap sosok diriku ia berjalan menghampiriku dan memperlahatkan senyum manisnya padaku,kenapa hati ini ngga karuan kalau lihat dia

‘’ kamu ke lihatan cantik memakai jilbab’’ katanya

‘’gombal’’ jawabku

Tiba2 keluarga ryan menghampiri kami di ikuti keluarga echa,mereka mengajakku duduk di sebuah meja bundar

‘’ baiklah karna orang terdekat keluargaku sudah ada di sini aku akan mengumumkn bahwa saya akan menetap di kompleks ini dan dengan ini aku menginginkan echa menjadi manantuku’’ katanya
Semua orang di ruangan itu tersentak kaget,termasuk aku. Kenapa hati ini rasanya pahit dan sakit

Bersambung.

Comments
0 Comments

0 komentar: